Hukum Kurban Bagi Orang Yang Akan Melaksanakan Ibadah Haji

Hukum-Kurban-Bagi-Orang-Yang-Akan-Melaksanakan-Ibadah-Haji

Bagi anda yang ingin melaksanakan ibadah haji, mungkin akan timbul sebuah pertanyaan apakah anda juga dianjurkan untuk berkurban?

Pertanyaan ini seringkali dijumpai dan para ulama menyatakan bahwa orang yang akan melaksanakan ibadah haji memang dianjurkan untuk berkurban.

Pertanyaan tentang kurban haji ini disebabkan oleh sebuah hadits yang menyatakan jika Nabi Muhammad SAW pernah berkurban atau menyembelih hewan kurban pada saat beliau sedang melaksanakan haji.

Hadits inilah yang memperkuat jawaban jika memang orang yang sedang atau akan melakukan ibadah haji tetap dianjurkan untuk berkurban.

Kurban haji diutamakan bagi mereka yang melaksanakan haji tamattu dan qiran, serta yang melanggar larangan ihram.

Namun jika tidak melaksanakan kurban, maka jamaah haji bisa melaksanakannya hanya dengan cukup membayar dam atau denda.

Namun kedua hal terkait dengan dianjurkannya berkurban atau membayar dam (denda) ini kembali lagi kepada aturan pada kemampuan finansial orang yang melaksanakan haji.

Jika orang yang akan atau sedang melaksanakan ibadah haji memiliki rezeki lebih maka dianjurkan untuk melaksanakan kurban atau membayar dam (denda).

Namun jika dirasa kondisinya tidak memungkinkan maka dianjurkan untuk mengutamakan kebutuhan pokok yang lain sehingga kebutuhan orang yang ditinggal beribadah haji bisa tercukupi dan tidak kekurangan.

Apa Saja Sih Ketentuan Kurban & Dam Dalam Haji

Seperti yang sudah dijetahui jika pelaksanaan ibadah haji terdapat 3 jenis cara, yaitu ifrad, qiran, dan tamattu’. Kemudian untuk pelaksanaan dam (denda) ada yang sunah dan ada pula yang wajib. Berikut ini penjelasannya :

  1. Haji Ifrad

Haji Ifrad merupakan ibadah haji yang mengutamakan atau mendahulukan ibadah haji dibanding dengan umrah. Sehingga orang yang melakukan Haji Ifrad disunnakan untuk berkurban dan dibebaskan dari dam (denda).

  1. Haji Qiran

Haji Qiran merupakan ibadah haji yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan dengan umrah. Dan orang yang melakukan jenis Haji Qiran ini diwajibkan untuk membayar dam.

  1. Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ merupakan ibadah haji yang dilakukan dengan melakukan atau mendahulukan umrah terlebih dahulu dibandingkan dengan ibadah haji.

Biasanya setelah umrah para jamaah akan menunggu hingga tiba waktu haji tanggal 8-9 Dzulhijjah dan diwajibkan untuk membayar dam (denda).

Dalam pelaksanaan membayar dam (denda) orang yang melakukan Haji Tamattu’ ini diperbolehkan untuk membayar dam dengan niat sekaligus untuk kurban.