5 Jenis Insomnia dan Gejala yang Ditimbulkan

5 Jenis Insomnia dan Gejala yang Ditimbulkan

Kondisi seseorang yang mengalami insomnia ternyata tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Akan tetapi ada 5 jenis. Cara membedakannya, bisa dilihat dari segi penyebab, gejala ataupun waktu terjadinya gangguan tidur tersebut. Secara umum, insomnia dapat saja berlangsung beberapa hari, beberapa minggu, bahkan jangka waktu yang panjang.

Jenis Insomnia dan Cara Mengenali Gejalanya

Bagi Anda yang mengalami gangguan sulit tidur sebaiknya mengetahui 5 jenis gangguan tidur atau insomnia yang ada atau dapat juga dengan minum madu deep sleep. Selain itu Anda juga bisa mengenali gejala-gejalanya supaya bisa memastikan apakah insomnia yang Anda rasakan tersebut berbahaya atau tidak. Berikut ini 5 jenis insomnia yang perlu diketahui:

  1. Insomnia Kronis

Insomnia kronis ini bisa saja terjadi 3 kali dalam seminggu selama 1 bulan ataupun lebih. Jenis insomnia kronis terdiri dari dua jenis yaitu primer yang tidak diketahui gejala atau penyebab pastinya serta insomnia sekunder yang lebih sering atau umum terjadi. Insomnia kronis sekunder disebabkan karena beberapa kondisi medis seperti hipertiroidisme, diabetes, parkinson disease, sleep apnea, ataupun yang lainnya.

  1. Insomnia Akut

Seseorang yang mengalami insomnia akut ini bisa saja terjadi pada jangka waktu yang pendek. Penyebabnya yaitu karena stress akibat kehilangan pekerjaan, kehilangan orang terdekatnya, ataupun faktor yang lainnya.

  1. Onset Insomnia

Seseorang yang mengalami gangguan tidur dalam jangka pendek atau kronis bisa saja disebut sebagai onset insomnia. Salah satu penyebab yang seringkali terjadi yaitu karena perasaan yang cemas secara berlebihan, pikiran stres, bahkan sampai dengan depresi. Ternyata penderita insomnia ini juga dapat mengalami permasalahan tidur yang lainnya seperti limb movement disorder.

  1. Behavioral Insomnia Of Childhood

Biasanya kondisi seperti gangguan tidur yang satu ini terjadi pada anak-anak dan dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:

  • Slip-on set, yang seringkali terjadi akibat siklus tidur yang berhubungan dengan kebiasaan tertentu, seperti tidur harus ditemani dengan orang tua atau sambil menonton televisi.
  • Tipe kedua yaitu limit setting, pada saat anak menolak keras ketika diajak tidur sehingga mereka justru akan meminta aktivitas yang lainnya. Seperti pergi ke kamar mandi, minum, ingin dibacakan dongeng, ataupun yang lain.
  • Tipe ketiga yaitu kombinasi keduanya. Hal ini seringkali terjadi jika waktu tidur diasosiasikan dengan hal yang negatif. Sehingga hal inilah penyebab mengapa anak-anak sulit tidur.
  1. Maintenance Insomnia

Kondisi sulit tidur seperti maintenance insomnia bisa menimbulkan penderitanya merasa khawatir, karena kesulitan kembali untuk tidur setelah dirinya bangun. Biasanya hal ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga siklus tidurnya menjadi berantakan. Pemicu dari maintenance insomnia yaitu karena depresi.